Emily menjadi penyebab dua tragedi di masa mudanya; sang ayah menyarankannya untuk pergi ke sebuah kamp bagi remaja bermasalah guna meringankan beban rasa bersalahnya. Setibanya di sana, Emily disambut hangat oleh para pembimbing lainnya; mereka menerimanya apa adanya serta melingkupinya dalam suasana damai dan penuh pengampunan. Emily kini berada di ambang kehidupan baru, namun ada suara dari tengah hutan yang tak bisa ia abaikan—suara yang mendesaknya untuk pulang.



